Tags
Dalam proses adaptasi yang dilakukan manusia, biasanya proses tersebut memiliki 3 fase.
Fase pertama adalah fase ketertarikan. Fase pertama berlaku ketika kita baru mengenal sesuatu, baru mengenal seseorang ataupun baru mengenal suatu lingkungan. Nah biasanya ketertarikan akan menjadi penyemangat dan momentum awal untuk langkah kita ke depannya. Ketika ketertarikan tersebut dapat di-maintain dan terus memberikan suatu kejutan-kejutan yang tak terduga maka selanjutnya kita akan masuk ke fase kebiasaan.
Fase kebiasaan berarti bagaimana kita membiasakan diri dengan lingkungan yang ada, bisa memahami kondisi yang terjadi, serta dapat me-maintain ketertarikan kita sehingga tidak terjebak dalam kondisi jenuh, bosan, ataupun segala sesuatu yang membuatnya menjadi ‘biasa’.
Kalau kita sudah biasa, dan dari kebiasaan tersebut terbentuklah suatu kenyamanan serta kekuatan hati. Ini yang disebut dengan fase kesetiaan. Setia dengan lingkungan yang ada, setia dengan orang-orang yang dikenal, dan setia akan janji ataupun segala sesuatu yang membuat kita menjadi setia. Inilah fase dimana kekuatan hati, spirit kebersamaan, dan kenyamanan jiwa bisa didapatkan. Pastinya diantara kita ada yang sudah mencapai fase kesetiaan dikala proses adaptasi dalam hidupnya.
Tulisan ini dibuat untuk mencurahkan pikiran dan pengalaman yang serta merta sedang saya alami. Kali ini fase ketertarikan sedang saya jalani. Ketertarikan akan lingkungan baru, budaya yang baru, dan workforce yang baru pula. Pastinya, keyakinan dan ikhtiar akan membawa kita pada keberhasilan dan konsistensi akan nilai-nilai kehidupan.
Semoga bermanfaat.

Mohon maaf lahir batin dan selamat hari raya Iedul Fitri 1432H untuk bro semua. Walopun udah H+4, insya Allah semangat Ramadhan masih tetap ada di hati kita. Flashback sekitar 2 minggu lalu ketika saya selesai mengisi bensin motor di SPBU Shell, petugas memberikan kertas cap logo shell. Kalau dilihat dari bentuknya, masih ada 2 kotak lagi yang harus dicap. Kata petugasnya nanti jika cap sudah penuh semua, bisa ditukarkan dengan gantungan kunci. 


Berawal dari kesenggangan waktu pasca pengumpulan revisi Skripsi yang juga menandakan berakhirnya era perkuliahan Strata-1, saya begitu bersemangat untuk going abroad. Mengapa demikian? Seminggu terakhir pada bulan Februari lalu sahabat saya,